Buah Pikir Akhir Pekah #012

Sewaktu film Deadpool & Wolverine baru rilis, saya dan beberapa teman di kantor memutuskan untuk nonton bareng sepulang dari jam kerja, dan kami memilih hari pertama rilis untuk menghindari spoiler bertebaran di internet. Kalau tidak salah, waktu itu kami mendapat jadwal nonton sekitar jam 7 malam. Jadi, selesai kerja jam 5 atau 6, kami langsung bergegas pergi ke Ciwalk. Karena jadwal yang mepet, saya tidak sempat makan dulu. Ada niatan untuk makan kebab, tapi ternyata ramai sekali yang beli. Takut tidak terkejar untuk menonton. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli makanan di studio bioskop. Menu yang waktu itu ditawarkan dan langsung menarik perhatian saya adalah chicken burger-nya. Saya memilih itu karena saya rasa bisa mengganjal perut yang belum makan malam ini. Saya pun menyantap chicken burger itu sembari menonton Deadpool & Wolverine. Saya tidak begitu merasakan rasanya, tapi yang jelas saya tidak komplain tentang chicken burger itu.

Hal yang sama terjadi lagi ketika saya ingin menonton Avengers: Endgame Encore minggu lalu. Saya membeli tiket jam 12 siang pada hari Senin. Saya memilih itu karena pasti yang menonton sepi, karena bagi saya kalau bisa menonton dengan tenang di tempat sepi, kenapa harus ramai? Pada hari itu saya memang sedang intermittent fasting, jadi saya baru bisa makan jam 12 siang, sedangkan saya harus pergi ke bioskop di Ciwalk (lagi) sebelum jam itu. Maka saya minum susu protein dulu lalu pergi. Sesampai di bioskop karena saya harus makan maka memutuskan untuk membeli lagi si chicken burger itu, kali ini saya menyantapnya di waktu film belum mulai; ketika iklan dan trailer sedang ditayangkan. Nah, di sini saya baru bisa merasakan “ternyata chicken burger di XXI enak juga ya!”


Saya baru dua kali mengunjungi Mr. DIY, dan keduanya adalah Mr. DIY yang berada di Bandung Indah Plaza (BIP). Pertama, ke sana adalah sepulang berenang bersama mantan pacar saya sebelum lanjut makan malam. Dia ada sesuatu yang ingin dibeli. Kali kedua adalah bersama adik saya pada hari Rabu kemarin, karena saya ada yang ingin dibeli. Ternyata saya baru sadar sekomplit itu alat-alat dan kebutuhan rumah tangga di Mr. DIY. Niat saya pertama hanya ingin membeli perkakas untuk kebutuhan menukang di rumah. Ternyata setiap lorong yang saya lewati, saya selalu nyeletuk “Wah, di rumah butuh ini!” atau “Nah, ini dia yang dicari”, kadang juga “Ternyata dijual di sini juga”. Begitulah, ternyata baru sadar banyak yang bisa diperbaiki di rumah setelah mengunjungi Mr. DIY.

By:


Leave a Reply