Salah Satu Kopi Yang Tidak Enak

Sejak gue lulus dari SMK Informatika dan memutuskan untuk drop-out dari kuliah, gue dan 3 orang teman memutuskan untuk bikin studio desain sendiri. Karena sedari SMK kami dapat bekal praktek yang lebih banyak dibandingkan teori, termasuk juga praktik untuk di dunia kerja. Di studio ini kami menjadi makhluk nocturnal, kerja malam dan pagi tidur, begitu saja terus selama 2 tahun lebih.

Pernah suatu saat ketika sedang mengerjakan sebuah website flash, gue yang sudah mengantuk akhirnya mencoba menghilangkan kantuk itu dengan bikin secangkir kopi instant. Namun apa daya obat mujarab untuk ngantuk itu hanya tidur, walau sudah diminum setengah cangkir kantuk ini tidak bisa dilawan, maka ketika jam 02.30 dini hari saya memutuskan untuk tidur sebentar dan lanjut lagi nanti ketika sudah bangun. Maka dengan mudahnya saya tertidur dengan lelapnya.

Hingga alarm pun bunyi dan waktu menunjukkan pukul 09.15 pagi, maka bergegas lah saya untuk bangun dan lanjut kerja, karena deadline untuk website flash ini adalah pukul 11.00. Selain sudah cuci muka untuk membantu menyegarkan dan menyadarkan badan ini saya minum lah sisa kopi instant semalam yang tinggal setengah cangkir. Mata gue masih menatap layar laptop, tangan kanan mengetik coding, dan tangan kiri menyeruput kopi. Ketika menyeruput kopi itu kok rasanya ada yang aneh? Gue seruput lagi sambil menerka-nerka apa yang aneh? Mata gue pun masih belum bisa lepas dari layar monitor. Tiba-tiba ketika menyuruput yang untuk ketiga kalinya ada sesuatu yang menyentuh bibir atas gue dari dalam kopi. Kaget!!! Mata gue pun teralihkan dari monitor ke dalam cangkir kopi untuk melihat apa sih yang menyentuh bibir gue itu? KAGET SETENGAH HIDUP!!! TERNYAT ADA KECOAK MATI DI DALAM KOPI GUE SAUDARA-SAUDARA! KECOAK MATIII!!! ANJ***!!! PANTES RASA KOPINYA ANEH!!! BANGS@!!!! Seketika kantuk gue hilang! Mulut gue misuh-misuh! Dan Otak gue campur aduk! AH ELAAAHH!!! Pagi-pagi udah dapet “surprise motherfer” aja!!! Karena deadline udah mepet, gak ada waktu buat marah-marah juga, ya udah buang kopinya, cuci cangkirnya, bikin kopi baru dan lanjut kerja.

Itu lah menurut gue salah satu kopi yang tidak enak. Sangat tidak dianjurkan untuk siapapun mencobanya, kepada diri sendiri atau teman. Apalagi ketika dikejar deadline. Sungguh tidak enak rasa kopinya. Lebih enak dapat kerjaan freelance dibayar 2 Miliyar rupiah.

Leave a comment