Setelah ada kaum bumi datar dan bumi bulat, sekarang ada 2 kubu baru lagi yang saling berselisih, yaitu penganut free will dan anti free will. Kenapa sih pada senang berkubu? Mana dulu di Indonesia ada kubu makan bubur diaduk dan tidak diaduk. Ngapain sih bikin begituan? Tidak usah diumbar gitu lho kalau emang berpihak pada satu pemikiran, dan jangan ganggu orang dengan pemikiran yang berbeda, biarin aja. Santai aja. Toh kalau badan ini dikuliti sampai habis, semua isinya sama. Kita ini semuanya sama. Jadi sebenarnya kita berkubu dan terpecah ini karena ulah otak dan ego kita. Karena kita terlalu lemah sampai bisa dikontrol mereka.
Salah satu kesalahan dari banyak orang tua adalah mengadili masa kini dengan presepsi masa lalu. Mungkin apa yang mereka pikirkan dan mereka rencanakan akan berjalan baik di masa mereka dulu. Tapi tidak di masa sekarang. Ya kita sebagai anaknya harus bisa harap makalum, harap dimaafkan, dan diberi pengertian.
There are many gaps between our parents and us in every aspect. It’s our job to fill those gaps so we can connect better. The way to do this is by understanding them and giving them understanding.
Leave a comment