Teringat obrolan anak dan bapak yang seorang supir angkot di perjalanan pulang gue dari Ujung Berung ke Katamso di Bandung 14 tahun yang lalu. Seorang bapak yg berprofesi sebagai supir angkot sedang menasehati anaknya yg bingung mencari kerja. Gue nggak begitu ingat awal percakapan mereka tapi gue ingat ketika tiba-tiba fokus gue beralih ke pembicaraan mereka, kira-kira seperti ini.
Bapak: Udah lah, jadi supir angkot aja kayak bapak.
Anak: … (diem)
Bapak: Bapak aja bisa dapet 100 ribu perhari
Anak: … (diem)
Bapak: Sebulan bapak bisa dapat 3 juta
Anak: … (masih diem aja)
Bapak: Besok bapak ajarin caranya bawa mobil!
Kenapa tiba-tiba gue teringan obrolan 14 tahun yang lalu? Karena gue melihat sekarang, terutama di Bandung angkot aja udah mulai sepi, karena kalah dengan ojek online. Bagaimana nasib si anak sekarang kalau dia mengikuti saran bapaknya? Atau mungkin juga saran bapaknya nggak diikutin. Ya sudah lah, terserah dia. Gue mau ngopi dulu, mumpung sekarang gampang, mau pesan kopi aja bisa dari kamar. Gila memang, perkembangan zaman cepat sekali berubah. Harus bisa adaptasi kalau begini ceritanya.
Leave a comment