Kenapa Memilih Menjadi Desainer

Jawaban yang teramat jujur sih karena dulu tidak ada pelajaran lain yang mampu diterima oleh otak gue. Karena sewaktu di sekolah dulu gak ada pelajaran yang menarik, gue gak suka hitung-hitungan seperti matematika, fisika, kimia, dan gue pun malas untuk menghafal seperti sejarah, geografi, biologi, dan lainnya.

Waktu sekolah pun pelajaran favorit gue adalah jam kosong dan pelajaran menggambar. Memang dari kecil sudah suka menggambar, tapi itu bukan alasan utama gue masuk jurusan DKV, suka menggambar hanyalah penguat motivasi gue untuk masuk jurusan yang gak perlu belajar hitung-hitungan dan hafalan—cuma menggambar saja. Walau pada akhirnya gue memilih untuk tidak meneruskan kuliah. Kenapa? Karena gue lulusan SMK Informatika yang selama 3 tahun sekolah di sana kepala gue sudah ditanamkan untuk siap kerja, makanya agak males untuk belajar lagi pas kuliah, pengennya langsung kerja, toh belajar bisa di mana aja, pikir gue dulu itu.

Katanya gak suka hitung-hitungan tapi kok SMKnya Informatika? Memang SMK gue Informatika, dan memang gue pun belajar programming di sana, tapi ada yang mengalihkan gue dari hitung-hitungan programming, yaitu fokus jurusan Multimedia termasuk di dalamnya ada desain grafis.

Kenapa memilih SMK? Karena kalau di SMA gak ada jurusan yang sesuai dengan kapasitas gue waktu itu. Masuk IPA udah jelas gue gak suka hitung-hitungan, masuk IPS gue malas menghafal, jadi ya SMK karena di sana gue bisa belajar multimedia dan desain grafis, dengan kata lain hobi menggambar gue waktu kecil bisa dikembangkan di SMK ini.

Selama di SMK inilah gue mulai diperkenalkan dengan dunia desain, malah langsung sambil praktek. Belajar cari klien, belajar presentasi, belajar komunikasi, belajar negosiasi, dan hal lainnya yang erat hubungannya dengan dunia kerja.

Jadi bisa dibilang gue masuk ke dunia desain grafis ini karena berusaha menghindari pelajaran yang hitung-hitungan dan hafalan. Setelah itu karena sudah terlanjur masuk ke dunia desain ya terusin aja jadi desainer. Walau akhirnya bercabang juga jadi ilustrator, jadi animator, jadi video editor, jadi brand designer, dan profesi-profesi di industri kreatif lainnya.

Walau ternyata pada akhirnya gue pun sadar kalau gue itu di dunia desain ini ya karena bisa, bukan karena suka dan juga bukan karena passion.

Leave a comment