AI sekarang lagi berkembang sangat pesat, sudah hampir tipis perbedaan hasilnya dengan yang non-AI. Ilustrasi, foto, video, musik, dan lainnya. Orang bisa menghasilkan sesuatu karya dengan cepat, instant. Namu kedepannya, proses akan menjadi lebih penting dan dihargai. Seperti kata Pinot “Apa yang membedakan AI dan manusia? Prosesnya”. Oh, gue sendiri sering pake AI sebagai alat untuk memudahkan pekerjaan gue.
Apakah mie goreng bikinnya digoreng? Tentu tidak., Mie goreng cara bikinnya direbus. Apakah nasi goreng bikinnya digoreng juga? Tentu saja tidak, nasi goreng itu ditumis/dioseng. Apakah roti bakar itu dibakar? Kalau sate baru dibakar. Kenapa ulang tahun? Kalau bicara tahun dalam konteks umur tentu tidak berulang, malah bertambah. Kalau tahun dalam konteks tahun kelahiran juga tidak karena tahun dirayakannya beda-beda, dan terus bertambah. Apa karena diulang setiap tahun? Kalau iya apanya yang diulang? Ah, aku bingung mending ngopi deh.
Minggu ini gue hampir gak ada ide tulisan untuk Buah Pikir Akhir Pekan, walaupun udah ada buku catatan di depan mata dan pulpen di tangan, tetep aja gak tau apa yang harus ditulis. Udah mikir keras berjam-jam pun si kertas tetap aja kosong. Setelah hampir 30 menit bengong menatap kertas kosong akhirnya sadar kenapa gak bisa keluar ide untuk nulis. Jawabannya adalah karena gue belum ada baca buku di minggu ini. Karena dengan baca buku bisa merangsang otak gue untuk berpikir dan saat itulah berbagai macam pikiran, ide, opini, dan lain-lain satu per satu muncul di kepala sambil berkeliaran, dan itu siap dituangkan ke dalam tulisan. Oke deh, gue baca buku dulu.
This one is from my friend, he said “In the end, it’s your talents that torture you“. I think he’s right.
Leave a comment