Asal Muasal Brownies

664593_19531728

Terdapatlah sebuah desa dengan rakyat dan rajanya yang kelaparan karena diterjang badai jambul mak lampir. Tiba-tiba entah dari mana datanglah seorang pemuda yang sangat pandai membuat kue. Maka tanpa perkenalan, tanpa basa basi, tanpa panjang lebar, dan agar cerita ini cepat selesai, sang pemuda ini langsung membuat kue.

Bro, elo lagi bikin apa bro?

Tanya sang raja.

Tapi sang pemuda itu tidak mendengar pertanyaan sang raja.

Tiba-tiba lagi pemuda itu melemparkan begitu saja kue yang ia buat barusan, iya, dilempar begitu saja. Ajaibnya semua rakyat desa itu kebagian satu-satu makanan tadi, termasuk sang raja. Hebat betul, entah bagaimana caranya, yang penting gitu deh.

Rakyat masih terdiam, dan memperhatikan kue tersebut. Belum ada yang berani untuk memakannya. Si pemuda pun menatap tegang sambil berkeringat dingin. Tiba-tiba lagi (sumpah ini terakhir kali pake kata “tiba-tiba”) seorang yang sudah sangat kelaparan seperti jomblo yang tidak merasakan pacaran selama 2 tahun, dan seperti Arya Wiguna yang kalah populer dari Farhat Abass, memakannya.

Dia terdiam dan membisu, tapi ini bukan lirik lagu.

Dan tersenyum, dengan manis, juga bukan lirik lagu.

ENAAAAK!!! MANIIISSS!!!

Teriak pemuda itu. Seluruh rakyat pun memakannya.

BRO ENAK BRO! MANIS BRO! BRO MANIS! BROMANIS!BROMANIS!BROMANIS!BROmaNIS!BROmaNIS!BROmaNIS!

Karena yang tadi dicuekin dan gak dijawab, maka sang raja bertanya lagi.

Apa nama makanan ini, anak muda?

Si pemuda itu bingung, dan ia menatap wajah rakyat yang sumringah walaupun cuma.

Ehmmm… Namanya… Brooooooo…nissss… tuanku. Iya, Bronis.

Sejak itulah kue itu diberi nama Bronis, dan supaya menjual dan gaul, sang pemuda itu merubah sedikit namanya, menjadi Brownies.

Guys, guys, mau ke mana guys?

Guys, guys, itu golok buat apa guys?

Bro, bro, minta brownies-nya dong.

Guys, guys, guys….

Gambar dari sini

By:

Posted in:


Leave a comment